Minggu, 29 April 2012

Meninggalkanmu

Aku harus meninggalkanmu hari itu karena memang harus seperti itu.

Ini bukan tentang aku masih mencintaimu atau tidak. Itu pertanyaan bodoh. Tentu saja aku masih menyimpan cinta untukmu. Hal yang mustahil melupakannya begitu saja. Cinta itu bukan balon udara, begitu meletus, tidak bisa digunakan lagi. Cinta itu seperti rangkaian kalung dari manik-manik, kalaupun benangnya terputus dan terburai, manik-maniknya masih ada. Mungkin ada yang hilang, tapi masih banyak yang bisa ditemukan. Hanya hilang total kalau manusianya sendiri yang memang mau membuang. Dan aku, belum bisa membuang.


Sudah Semestinya

Sudah semestinya kamu memberikan lebih, untuk juga mendapatkan lebih. Termasuk dalam hal perhatian dan hati.

Sudah semestinya kamu berhenti menunggu, kalau dia saja tak pernah memikirkanmu.

Sudah semestinya kamu melepaskan, kalau memang dia tidak ingin dipertahankan.

Rabu, 25 April 2012

Jiwaku Bercerita

menari -nari diatas tuts keybord mencari inspirasi yang tersembunyi dibalik malam. malam yang kian larut, membuat hati ini pun larut dalam kesunyian yang aku ciptakan sendiri.
tak ada rasa
tak ada kata yang dapat terucap, menyuarakan makna yang tak kumengerti
mencari pembelaan dikala terpuruk, membuat aku bagai seseorang yang asing diantara keramaian.
entah goresan yang mana ingin kutuliskan
entah bagian mana yang ingin kukisahkan
beribu rasa yang ada, tak satu pun yang dapat menyamai rasa yang aku punya

Sabtu, 21 April 2012

Straight Face

Kalo di bilang aku cemburu kemudian setelah itu diikuti dengan perasaan kebingungan dan shock yang akut. Jawabannya adalah iyaa. Itulah yang sedang aku rasakan. Tapi pantaskah? Haruskah? Berharap detik ini menjadi orang yang mati rasa. Setidaknya aku tidak akan lagi merasakan perasaan seperti ini. Serasa jantung ini diremas-remas oleh sesuatu yang disebut sakit.

Lalu bila harus demikian, expresi apa yang harus aku munculkan saat ini dan sikap bagaimana yang harus aku tunjukkan saat ini. Tersenyum pun rasanya pipi kanan dan kiri ini susah sekali untuk diangkat.. ( kalo di emoticon gadget saya ini yang disebut dengan "straight face" ato "muka kaku" :| ). Dan kalo harus menangis pun rasanya sudah terlalu lelah.. (nangis itu capek sekali, banyak emosinya yang tercurah disana.. gak mau mewek apalagi mewek di depan cowok).

Apakah ini sebuah petunjuk?

Rabu, 18 April 2012

Kenapa Mengeluh..?

Kamu tidak bisa mengeluhkan matahari yang tidak menyinarimu jika kamu berada di bawah tanah.
Kamu tidak bisa mengeluhkan tentang hujan yang akan selalu membasahimu jika kamu berada di tengahnya.

Kamu juga tidak bisa mengeluhkan tentang pahitnya kopi yang tidak kamu beri gula.