Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Rindu Rumah

Hakikatnya rumah adalah tempat dimana manusia bernaung.

Rumah adalah pelindung dari kerasnya alam dan kehidupan di dunia ini.

Bagiku, tidak perlu rumah yang besar layaknya istana, tidak perlu perabotan yang mewah untuk menghiasinya. Sederhana dan rapi saja sudah cukup. Yang terpenting bagiku adalah penghuni di dalamnya yang bisa saling menghangatkan, yang bisa saling memahami, yang bisa saling melengkapi, yang bisa saling melindungi, yang bisa saling menjadi pendengar, yang bisa saling membangun dan memberikan motivasi, yang bisa saling memberikan arti dan kesan yang baik antara satu dengan yang lain.

Terkadang pulang ke rumah adalah tujuan utamaku saat lelah dan penat sudah bergumul memenuhi otak dan rasa ini.
Iya, aku ingin pulang, kadang-kadang.

Rabu, 20 November 2013

Bahagia Tampaknya Sederhana

Sederhana itu ketika dua orang,
Satu sama lain saling mencintai.
Sederhana itu ketika dua orang,
Satu sama lain saling merindukan.
Sederhana itu ketika dua orang,
Satu sama lain mempunyai mimpi yang sama.
Yaitu bersama, selalu mengisi satu sama lain, 
saling melengkapi dan saling menerima.

Ketika tidak bisa bertemu, mereka akan saling memberi kabar.
Ketika keduanya berjauhan, mereka akan saling memperhatikan.
Ketika salah satu diantara mereka bersedih, mereka akan saling menghibur.
Ketika salah satu diantara mereka goyah, mereka akan saling menyemangati.
Dan selalu saling menguatkan satu sama lain.

Kamis, 04 April 2013

Kamu

Apa kabar?

Rasanya sudah lama kita tidak berjumpa. Semenjak pertemuan kita yang terakhir, hal yang aku ingat adalah sikapmu yang tiba-tiba menjadi dingin.

Kamu kenapa?

Ingin sekali aku tanyakan hal itu? Tapi.. entah kenapa rasanya ada yang menahan bibirku untuk mengatakan hal tersebut. Seakan bibirku sudah terkunci rapat-rapat.

Sebenarnya aku bukan tidak tahu, aku bukan tidak merasakannya. Bahwasanya aku tahu semua itu, aku merasakan semua itu. Hanya saja aku tidak ingin membuat semuanya kacau ataupun berantakan. Aku hanya tidak ingin membahasnya saat ini, sekalipun sebenarnya aku ingin sekali tahu apa yang telah terjadi dengan dirimu.

Sayang?
Tahukah kamu? Aku merindukan sosokmu yang dulu?

Detik ini. Menit ini. Jam ini. Hari ini. Meskipun beberapa jam kita sempat bersama tapi aku merasa hening. Aku merasa tidak benar-benar menjadi diriku saat ini. Apa mungkin aku terlalu menjaga perasaan ini? Aku menjaga agar semua tidak tumpah begitu saja. Aku tidak ingin kamu mengetahuinya. Dan aku membuatnya seolah-olah "aku baik-baik saja".

Dengan demikian aku tidak khawatir akan dirimu yang akan pergi untuk menjauhiku. Dengan begitu kamu akan tetap berada di sampingku, meskipun aku tahu cepat atau lambat itu akan berakhir. Dan pada saatnya itu, semua ini akan benar-benar berakhir, dan kita akan saling melupakan.

Saat ini aku ingin mengakhirinya dan kemudian melupakan semua yang telah terjadi.
 


Minggu, 28 Oktober 2012

Aku cemburu....Sayang

Sayang...
Kemarin aku menanyakan “Boleh aku cemburu?” kemudian kamu balik bertanya “sama siapa sayang?” aku menjawabnya “nanti...nanti kalau sudah waktunya”
Aku berkata seperti itu karena sesungguhnya

Sabtu, 01 September 2012

20 Detik Saja !!


Sudah lama rasanya tak tahu dengan kabar keadaanmu. Setahun kah lamanya ? ya, kira-kira sudah seperti itu lamanya atau bahkan lebih dari itu (mungkin) yang pasti temponya lama.
Kamu, aku merindukanmu. Sungguh. Aku (lagi-lagi) merindukan masa-masa itu. Masa dimana dulu aku pernah bersamamu. Masa dimana aku diberikan kesempatan untuk bisa lebih tahu bagaimana sosokmu, melihat raut wajahmu lebih dekat, menyaksikan tawa dan senyuman itu lalu kapan saja kamu memintaku untuk menemanimu kesana dan kesini aku akan terus menurutinya asalkan bisa merasa lebih dekat denganmu.
 
Lalu bagaimana dengan rindumu disana? Samakah rindu kita?
 

Selasa, 31 Juli 2012

Maaf (Aku Lelah)


Maaf. Aku lagi-lagi mengeluh padamu tentang kejenuhan ini, tentang rasa tak nyaman ini dan tentang bagaimana aku resah dengan segala aturanmu. Mungkin aku lelah (mungkin). Aku lelah bila harus terlalu lama menunggumu dengan tempo waktu yang kamu tentukan sangatlah lama. Aku juga merasa sangat lelah bila harus terus mendengarkan isi ceritamu yang dalamnya berisi tentang, bagaimana aku harus menunggumu, menunggumu, menunggumu dan terus seperti itu.
Dan kamu sendiri, sudahkah kamu merasakan lelah yang teramat lelah bila harus sepertiku? Seperti berada di posisiku? jika belum, lebih baiknya kamu jangan pernah merasakannya karena rasanya sangat menjengkelkan dan aku beranggapan kamu sendiri tak bisa melakukannya seperti yang kulakukan saat ini. Tapi sepertinya, aku takkan melakukannya lagi. aku sudah memutuskan ini, mungkin harus  membuat jeda diantara hubungan kita, ahh.. bukan mungkin lagi tapi H.A.R.U.S ! aku harus melakukannya. Melepaskanmu, membiarkan kamu pergi dengan setumpuk janji-janjimu dan sekarang aku akan pergi (lagi) mencari sosok penggantimu yang sudah pasti itu belahan jiwaku. (pasti).

Kamis, 12 Juli 2012

Kisah dari Langit



Langit tak berkata sesuatu yang penting untuk ku. Ia hanya menggambarkan kejelasan dari bosannya alam melihat tingkah manusia, ia menguning tanda jemu akan semua cerita munafik. Cerita munafik yang di komandangkan semua orang *rata-rata. Langit memang hanya diam dan tidak berkutik untuk saat ini, ia hanya memendam kejenuhannya, dan menunjukkannya pada mereka yang perhatian terhadapnya.
Aku suka langit, ia mem-biru, memutih, dan men-jingga sesuai waktu dan sepertinya sesuai dengan perasaannya. Langit menyimpan banyak cerita tentang bocah yang tidaktau diri, memanfaatkannya tanpa menjaganya. Langit menyimpan banyak cerita, tentang hujan dan tentang pelangi yang selalu setia.
Mereka kemungkinan tidak suka langit, dengan selalu protes dengan keadaan langit. Berkata tak tentu yang sebenarnya menjengkelkan aku dan semua orang yang memahami langit.
Berkacalah akan semua yang engkau lakukan pada langit, ia tempat mu bercerita tentang setiap luka yang mendebu ke udara.
NB: 
setiap masa dari hidup mu adalah cermin, seseorang yang tidak engkau perhatikan akan menjadi bagian yang tidak engkau sukai, dan seseorang yang tidak engkau sukai, tidak akan menjadi bagian dari cerita hidup mu yang indah.

Sabtu, 02 Juni 2012

Beda Aku dan Kamu


Ada orang yang nyaman dengan kesedihan
Bukan aku orangnya
Ada orang yang nyaman dengan keterpurukan
Bukan aku orangnya
Ada orang yang nyaman dengan masa lalu
Bukan aku orangnya

Jika aku menulis tentang kesedihan
Itu aku sedang berusaha melepaskannya
Jika aku menulis tentang keterpurukan
Itu aku sedang berusaha untuk bangkit
Jika aku menulis tentang hari kemarin
Itu aku sedang belajar darinya

Ada orang yang nyaman dengan kesedihan
Ada orang yang nyaman dengan keterpurukan
Ada orang yang nyaman dengan masa lalu
Ada orang yang tak mau meninggalkan itu semua
Bukan aku

Bukan

Bukan aku orangnya

Itu kamu


Sabtu, 17 Maret 2012

Kamu ke mana??

Kamu ingin kita seperti apa?
Tidak...bukan begitu pertanyaannya. Kamu ingin aku seperti apa?
Menantimu dengan sabar, mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku dan kamu akan baik-baik saja melewati hubungan (ber) jarak (sangat) jauh ini, atau aku boleh meninggalkanmu sekarang?
Ini...disini ada laki-laki manis, selalu manis. Memperhatikan aku dengan manis, menjagaku seperti menjaga anak ayam dalam kandang dengan lampu neon sebagai penghangat. Mengantarkanku makan malam ketika hujan deras. Itu yang paling sederhana. Pernah sekali waktu aku sakit, aku bertahan di kamar kos ku menunggu besok pagi karena aku bisa leluasa minta tolong tetangga kamarku, karena waktu itu sudah pukul 2 pagi. Aku hanya mampu menekan tuts handphone untuk mengabarimu, namun kamu mengabaikannya. Mungkin karena pagi buta. Aku mengerti.
Pagi itu, membelah jalanan becek setelah diguyur hujan, dia membawaku ke Rumah Sakit dan aku harus dirawat 7 hari lamanya, kamu ke mana? Waktu itu mungkin aku kelelahan mengerjakan skripsi, lupa makan, ditambah pikiran ini itu. 
Waktu aku pindahan, aku memintamu datang bersama Bapak dan Ibu, kamu ke mana?
Oke...aku kembali ke Surabaya, aku menyuratimu memintamu datang, kamu tidak datang. Kamu ke mana?
Aku menyuratimu lagi, memintamu membalas suratku seandainya memang jadwalmu sepadat pasir pantai. 
Kamu ke mana?
Kamu ingin aku seperti apa? Aku tidak tahan menunggumu selama ini, aku mengatakan aku memilikimu kepada lelaki manis yang menawarkan perhatian dan bantuan kepadaku. Seakan dia kasihan kepadaku, dia iba kepadaku, seolah aku butuh ditemani, iya...aku butuh kamu menemaniku. Kamu ke mana?
Hari ini kamu kelewatan, sudah 2x ulang tahunku kamu lewatkan. Kamu ke mana?
Tolong jawab pertanyaanku!!
Aku mengantarkan surat ini, di teras rumahmu. Hujan rintik-rintik ditemani lelaki manis yang kuceritakan padamu. Aku tidak tahan hanya memandang papan bertuliskan namamu. Ini...aku bawakan kembang setaman untuk menghiasi teras rumahmu, tapi kamu ke mana??
“sudah, ayo kita pulang, biarkan dia tenang disana” aku mendengar lelaki manis ini berkata demikian kepadaku. Apa maksudnya? Kamu ke mana? Kamu ke mana?????!!!!

Jumat, 18 November 2011

bLock

"sayang, km punya twitter kan?"
bunyi sms dari Raras, cewek yg resmi jadi pacarku semalam.


"Iya ada yank. knp?"
"follow aku donk, ntar aku folbek"
"ok, twitterku @andhika_29. kamu apa?"
"punyaku @r4z_im03tcek4yi, jangan sampe salah nulisnya ya sayang :* :* "


Hah? busett


***

Minggu, 13 November 2011

Never Quit?

Saya ingat, ketika sedang training pekerjaan saya, kami (saya dan peserta training lain) diminta menulis "kata mutiara", dan diletakkan di depan meja masing-masing
Waktu itu saya menulis "Never Quit"
Kalo diterjemahkan artinya kurang lebih jangan berhenti, atau jangan menyerah.

Jika ada saat di mana saya harus diingatkan terus tentang kata mutiara tersebut,
Sekaranglah itu.
Saat saya sedang merasa....entahlah....