Hakikatnya rumah adalah tempat dimana manusia bernaung.
Rumah adalah pelindung dari kerasnya alam dan kehidupan di dunia ini.
Bagiku, tidak perlu rumah yang besar layaknya istana, tidak perlu perabotan yang mewah untuk menghiasinya. Sederhana dan rapi saja sudah cukup. Yang terpenting bagiku adalah penghuni di dalamnya yang bisa saling menghangatkan, yang bisa saling memahami, yang bisa saling melengkapi, yang bisa saling melindungi, yang bisa saling menjadi pendengar, yang bisa saling membangun dan memberikan motivasi, yang bisa saling memberikan arti dan kesan yang baik antara satu dengan yang lain.
Terkadang pulang ke rumah adalah tujuan utamaku saat lelah dan penat sudah bergumul memenuhi otak dan rasa ini.
Iya, aku ingin pulang, kadang-kadang.
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 November 2013
Rabu, 20 November 2013
Bahagia Tampaknya Sederhana
Sederhana itu ketika dua orang,
Satu sama lain saling mencintai.
Sederhana itu ketika dua orang,
Satu sama lain saling merindukan.
Sederhana itu ketika dua orang,
Satu sama lain mempunyai mimpi yang sama.
Yaitu bersama, selalu mengisi satu sama lain,
saling melengkapi dan saling menerima.
Ketika tidak bisa bertemu, mereka akan saling memberi kabar.
Ketika keduanya berjauhan, mereka akan saling memperhatikan.
Ketika salah satu diantara mereka bersedih, mereka akan saling menghibur.
Ketika salah satu diantara mereka goyah, mereka akan saling menyemangati.
Dan selalu saling menguatkan satu sama lain.
Selasa, 19 November 2013
Kamis, 04 April 2013
Kamu
Apa kabar?
Rasanya sudah lama kita tidak berjumpa. Semenjak pertemuan kita yang terakhir, hal yang aku ingat adalah sikapmu yang tiba-tiba menjadi dingin.
Kamu kenapa?
Ingin sekali aku tanyakan hal itu? Tapi.. entah kenapa rasanya ada yang menahan bibirku untuk mengatakan hal tersebut. Seakan bibirku sudah terkunci rapat-rapat.
Sebenarnya aku bukan tidak tahu, aku bukan tidak merasakannya. Bahwasanya aku tahu semua itu, aku merasakan semua itu. Hanya saja aku tidak ingin membuat semuanya kacau ataupun berantakan. Aku hanya tidak ingin membahasnya saat ini, sekalipun sebenarnya aku ingin sekali tahu apa yang telah terjadi dengan dirimu.
Sayang?
Tahukah kamu? Aku merindukan sosokmu yang dulu?
Detik ini. Menit ini. Jam ini. Hari ini. Meskipun beberapa jam kita sempat bersama tapi aku merasa hening. Aku merasa tidak benar-benar menjadi diriku saat ini. Apa mungkin aku terlalu menjaga perasaan ini? Aku menjaga agar semua tidak tumpah begitu saja. Aku tidak ingin kamu mengetahuinya. Dan aku membuatnya seolah-olah "aku baik-baik saja".
Dengan demikian aku tidak khawatir akan dirimu yang akan pergi untuk menjauhiku. Dengan begitu kamu akan tetap berada di sampingku, meskipun aku tahu cepat atau lambat itu akan berakhir. Dan pada saatnya itu, semua ini akan benar-benar berakhir, dan kita akan saling melupakan.
Saat ini aku ingin mengakhirinya dan kemudian melupakan semua yang telah terjadi.
Minggu, 28 Oktober 2012
Aku cemburu....Sayang
Sayang...
Kemarin aku menanyakan “Boleh aku cemburu?” kemudian kamu
balik bertanya “sama siapa sayang?” aku menjawabnya “nanti...nanti kalau sudah
waktunya”
Aku berkata seperti itu karena sesungguhnya
Sabtu, 01 September 2012
20 Detik Saja !!
Sudah lama rasanya tak tahu dengan kabar keadaanmu. Setahun
kah lamanya ? ya, kira-kira sudah seperti itu lamanya atau bahkan lebih dari
itu (mungkin) yang pasti temponya
lama.
Kamu, aku merindukanmu. Sungguh. Aku (lagi-lagi) merindukan masa-masa itu. Masa dimana dulu aku pernah bersamamu. Masa dimana aku diberikan kesempatan untuk bisa
lebih tahu bagaimana sosokmu, melihat raut wajahmu lebih dekat, menyaksikan
tawa dan senyuman itu lalu kapan saja kamu memintaku untuk menemanimu kesana
dan kesini aku akan terus menurutinya asalkan bisa merasa lebih dekat denganmu.
Lalu bagaimana dengan
rindumu disana? Samakah rindu kita?
Selasa, 31 Juli 2012
Maaf (Aku Lelah)
Maaf. Aku lagi-lagi mengeluh padamu tentang kejenuhan ini,
tentang rasa tak nyaman ini dan tentang bagaimana aku resah dengan segala
aturanmu. Mungkin aku lelah (mungkin). Aku lelah bila harus terlalu lama
menunggumu dengan tempo waktu yang kamu tentukan sangatlah lama. Aku juga
merasa sangat lelah bila harus terus mendengarkan isi ceritamu yang dalamnya
berisi tentang, bagaimana aku harus menunggumu, menunggumu, menunggumu dan
terus seperti itu.
Kamis, 12 Juli 2012
Kisah dari Langit
Langit tak berkata sesuatu yang penting untuk ku. Ia hanya menggambarkan kejelasan dari bosannya alam melihat tingkah manusia, ia menguning tanda jemu akan semua cerita munafik. Cerita munafik yang di komandangkan semua orang *rata-rata. Langit memang hanya diam dan tidak berkutik untuk saat ini, ia hanya memendam kejenuhannya, dan menunjukkannya pada mereka yang perhatian terhadapnya.
Aku suka langit, ia mem-biru, memutih, dan men-jingga sesuai waktu dan
sepertinya sesuai dengan perasaannya. Langit menyimpan banyak cerita
tentang bocah yang tidaktau diri, memanfaatkannya tanpa menjaganya.
Langit menyimpan banyak cerita, tentang hujan dan tentang pelangi yang
selalu setia.
Mereka kemungkinan tidak suka langit, dengan selalu protes dengan
keadaan langit. Berkata tak tentu yang sebenarnya menjengkelkan aku dan
semua orang yang memahami langit.
Berkacalah akan semua yang engkau lakukan pada langit, ia tempat mu bercerita tentang setiap luka yang mendebu ke udara.
NB:
setiap masa dari hidup mu adalah cermin, seseorang yang tidak engkau perhatikan akan menjadi bagian yang tidak engkau sukai, dan seseorang yang tidak engkau sukai, tidak akan menjadi bagian dari cerita hidup mu yang indah.
Sabtu, 02 Juni 2012
Beda Aku dan Kamu
Ada orang yang nyaman dengan kesedihan
Bukan aku orangnya
Ada orang yang nyaman dengan keterpurukan
Bukan aku orangnya
Ada orang yang nyaman dengan masa lalu
Bukan aku orangnya
Jika aku menulis tentang kesedihan
Itu aku sedang berusaha melepaskannya
Jika aku menulis tentang keterpurukan
Itu aku sedang berusaha untuk bangkit
Jika aku menulis tentang hari kemarin
Itu aku sedang belajar darinya
Ada orang yang nyaman dengan kesedihan
Ada orang yang nyaman dengan keterpurukan
Ada orang yang nyaman dengan masa lalu
Ada orang yang tak mau meninggalkan itu semua
Bukan aku
Bukan
Bukan aku orangnya
Itu kamu
Sabtu, 17 Maret 2012
Kamu ke mana??
Kamu ingin kita seperti apa?
Tidak...bukan begitu pertanyaannya. Kamu ingin aku seperti
apa?
Menantimu dengan sabar, mengatakan kepada diriku sendiri
bahwa aku dan kamu akan baik-baik saja melewati hubungan (ber) jarak (sangat)
jauh ini, atau aku boleh meninggalkanmu sekarang?
Ini...disini ada laki-laki manis, selalu manis.
Memperhatikan aku dengan manis, menjagaku seperti menjaga anak ayam dalam
kandang dengan lampu neon sebagai penghangat. Mengantarkanku makan malam ketika
hujan deras. Itu yang paling sederhana. Pernah sekali waktu aku sakit, aku
bertahan di kamar kos ku menunggu besok pagi karena aku bisa leluasa minta
tolong tetangga kamarku, karena waktu itu sudah pukul 2 pagi. Aku hanya mampu
menekan tuts handphone untuk mengabarimu, namun kamu mengabaikannya. Mungkin
karena pagi buta. Aku mengerti.
Pagi itu, membelah jalanan becek setelah diguyur hujan, dia
membawaku ke Rumah Sakit dan aku harus dirawat 7 hari lamanya, kamu ke mana?
Waktu itu mungkin aku kelelahan mengerjakan skripsi, lupa makan, ditambah
pikiran ini itu.
Waktu aku pindahan, aku memintamu datang bersama Bapak dan
Ibu, kamu ke mana?
Oke...aku kembali ke Surabaya, aku menyuratimu memintamu
datang, kamu tidak datang. Kamu ke mana?
Aku menyuratimu lagi, memintamu membalas suratku seandainya
memang jadwalmu sepadat pasir pantai.
Kamu ke mana?
Kamu ingin aku seperti apa? Aku tidak tahan menunggumu
selama ini, aku mengatakan aku memilikimu kepada lelaki manis yang menawarkan
perhatian dan bantuan kepadaku. Seakan dia kasihan kepadaku, dia iba kepadaku,
seolah aku butuh ditemani, iya...aku butuh kamu menemaniku. Kamu ke mana?
Hari ini kamu kelewatan, sudah 2x ulang tahunku kamu
lewatkan. Kamu ke mana?
Tolong jawab pertanyaanku!!
Aku mengantarkan surat ini, di teras rumahmu. Hujan
rintik-rintik ditemani lelaki manis yang kuceritakan padamu. Aku tidak tahan
hanya memandang papan bertuliskan namamu. Ini...aku bawakan kembang setaman
untuk menghiasi teras rumahmu, tapi kamu ke mana??
“sudah, ayo kita pulang, biarkan dia tenang disana”
aku mendengar lelaki manis ini berkata demikian kepadaku. Apa maksudnya? Kamu ke
mana? Kamu ke mana?????!!!!
Jumat, 18 November 2011
bLock
"sayang, km punya twitter kan?"
bunyi sms dari Raras, cewek yg resmi jadi pacarku semalam.
"Iya ada yank. knp?"
"follow aku donk, ntar aku folbek"
"ok, twitterku @andhika_29. kamu apa?"
"punyaku @r4z_im03tcek4yi, jangan sampe salah nulisnya ya sayang :* :* "
Hah? busett
***
bunyi sms dari Raras, cewek yg resmi jadi pacarku semalam.
"Iya ada yank. knp?"
"follow aku donk, ntar aku folbek"
"ok, twitterku @andhika_29. kamu apa?"
"punyaku @r4z_im03tcek4yi, jangan sampe salah nulisnya ya sayang :* :* "
Hah? busett
***
Minggu, 13 November 2011
Never Quit?
Saya ingat, ketika sedang training pekerjaan saya, kami (saya
dan peserta training lain) diminta menulis "kata mutiara", dan
diletakkan di depan meja masing-masing
Waktu itu saya menulis "Never Quit"
Kalo diterjemahkan artinya kurang lebih jangan berhenti, atau jangan menyerah.
Jika ada saat di mana saya harus diingatkan terus tentang kata mutiara tersebut,
Sekaranglah itu.
Saat saya sedang merasa....entahlah....
Langganan:
Postingan (Atom)

