Kamis, 04 April 2013

Kamu

Apa kabar?

Rasanya sudah lama kita tidak berjumpa. Semenjak pertemuan kita yang terakhir, hal yang aku ingat adalah sikapmu yang tiba-tiba menjadi dingin.

Kamu kenapa?

Ingin sekali aku tanyakan hal itu? Tapi.. entah kenapa rasanya ada yang menahan bibirku untuk mengatakan hal tersebut. Seakan bibirku sudah terkunci rapat-rapat.

Sebenarnya aku bukan tidak tahu, aku bukan tidak merasakannya. Bahwasanya aku tahu semua itu, aku merasakan semua itu. Hanya saja aku tidak ingin membuat semuanya kacau ataupun berantakan. Aku hanya tidak ingin membahasnya saat ini, sekalipun sebenarnya aku ingin sekali tahu apa yang telah terjadi dengan dirimu.

Sayang?
Tahukah kamu? Aku merindukan sosokmu yang dulu?

Detik ini. Menit ini. Jam ini. Hari ini. Meskipun beberapa jam kita sempat bersama tapi aku merasa hening. Aku merasa tidak benar-benar menjadi diriku saat ini. Apa mungkin aku terlalu menjaga perasaan ini? Aku menjaga agar semua tidak tumpah begitu saja. Aku tidak ingin kamu mengetahuinya. Dan aku membuatnya seolah-olah "aku baik-baik saja".

Dengan demikian aku tidak khawatir akan dirimu yang akan pergi untuk menjauhiku. Dengan begitu kamu akan tetap berada di sampingku, meskipun aku tahu cepat atau lambat itu akan berakhir. Dan pada saatnya itu, semua ini akan benar-benar berakhir, dan kita akan saling melupakan.

Saat ini aku ingin mengakhirinya dan kemudian melupakan semua yang telah terjadi.
 


Minggu, 28 Oktober 2012

Aku cemburu....Sayang

Sayang...
Kemarin aku menanyakan “Boleh aku cemburu?” kemudian kamu balik bertanya “sama siapa sayang?” aku menjawabnya “nanti...nanti kalau sudah waktunya”
Aku berkata seperti itu karena sesungguhnya

Selasa, 23 Oktober 2012

Tak Lagi



Jika aku tak lagi menelfonmu seperti biasanya di pagi hari..
Bukan karena aku tak mau menelfonmu lagi..
Hanya saja aku ingin kamu yang menelfonku terlebih dahulu..
Jika aku tak lagi mengirimkan pesan untukmu seperti biasanya..
Bukan  karena aku tak mau lagi mengirimimu lagi..
Hanya saja aku ingin tahu seberapa perhatiannya kamu padaku..

Jika aku tak lagi selembut perkataanku denganmu seperti biasanya..
Bukan karena aku tak lagi baik lagi..
Hanya saja aku sedang menyimpan cemburu paadamu..

Sayang..
Aku ingin tahu sejauh mana kamu merindukanku..
Aku ingin tahu seberapa besar kamu menyimpan rasa cinta untukku..

Sayang..
Maafkan aku seandainya terlalu egois padamu..
Hanya,, terkadang aku kehabisan kata untuk mengungkapkan perasaaanku padamu..

Sayang..
Terimakasih atas seluruh kesabaranmu..
Tetaplah seperti itu, sampai kita menua bersama nanti..



Minggu, 14 Oktober 2012

Bisa Jadi

Bisa jadi seseorang yang saat ini kita inginkan dan masih bersama orang lain, suatu hari akan menjadi milik kita. Bisa jadi. Tak ada yang mustahil.

Bisa jadi seseorang yang saat ini kita inginkan itu tidak bahagia bersamanya, dan akan lebih bahagia ketika nanti bersama kita. Bisa jadi. Tak ada yang mustahil.

Bisa jadi seseorang yang saat ini kita inginkan itu sebenarnya belum menjadi orang yang tepat untuk kita, dan semesta sedang merubahnya dengan caranya sendiri. Bisa jadi. Tak ada yang mustahil.

Bisa jadi seseorang yang saat ini sedang bersama seseorang yang kita inginkan itu suatu hari akan mengucapkan terima kasih kepada kita karena telah mengambil bebannya selama ini. Karena ternyata dia bukanlah seorang kekasih yang pantas untuk dikasihi, dan kita menyesal mengapa pernah mempunyai perasaan ingin memiliki orang semacam dia. Bisa jadi. Tak ada yang mustahil.

Bisa jadi perasaan kita saat ini bukanlah cinta yang sesungguhnya, tapi tak lebih dari sekedar rasa penasaran. Sesuatu yang belum dalam rengkuhan memang seringkali nampak menggoda. Seperti buah apel yang ada di pucuk pohon tertinggi, atau sebentuk mutiara yang ada di samudera terdalam dan terjauh yang pernah ada. Namun ketika sudah ada dalam genggaman, yang kita inginkan itu malah menjadi beban dan membuat kita bersedih. Mungkin itu sebabnya memang kita tidak bisa bersatu dengan seseorang itu. Karena semesta terlalu mencintai kita. Bisa jadi. Bukan tidak mungkin.

Apa pun bisa jadi, sementara kita hanya memikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk menjadikan segalanya menjadi tak lagi mustahil dan bisa jadi.

Bisa jadi.