Kamis, 12 Juli 2012

Kisah dari Langit



Langit tak berkata sesuatu yang penting untuk ku. Ia hanya menggambarkan kejelasan dari bosannya alam melihat tingkah manusia, ia menguning tanda jemu akan semua cerita munafik. Cerita munafik yang di komandangkan semua orang *rata-rata. Langit memang hanya diam dan tidak berkutik untuk saat ini, ia hanya memendam kejenuhannya, dan menunjukkannya pada mereka yang perhatian terhadapnya.
Aku suka langit, ia mem-biru, memutih, dan men-jingga sesuai waktu dan sepertinya sesuai dengan perasaannya. Langit menyimpan banyak cerita tentang bocah yang tidaktau diri, memanfaatkannya tanpa menjaganya. Langit menyimpan banyak cerita, tentang hujan dan tentang pelangi yang selalu setia.
Mereka kemungkinan tidak suka langit, dengan selalu protes dengan keadaan langit. Berkata tak tentu yang sebenarnya menjengkelkan aku dan semua orang yang memahami langit.
Berkacalah akan semua yang engkau lakukan pada langit, ia tempat mu bercerita tentang setiap luka yang mendebu ke udara.
NB: 
setiap masa dari hidup mu adalah cermin, seseorang yang tidak engkau perhatikan akan menjadi bagian yang tidak engkau sukai, dan seseorang yang tidak engkau sukai, tidak akan menjadi bagian dari cerita hidup mu yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.